Senin, 14 November 2011

B.J. Habibie

Tokoh Perubahan Teknologi Indonesia
Nama : Prof. Dr. Ing. Dr. Sc.h.c. Bacharuddin Jusuf Habibie
Lahir : Pare-pare, 25 juni 1936
Agama : Islam
Istri : Dr. Hasri Ainun Habibie
Pendidikan : ITB bandung tahun 1954, Rheinisch Westfalische technische
Hochscule ( RWTH ), Aachen, Jerman tahun 1955 sampai 1965
Kebangsaan : Indonesia


       Masih ingat dibenak kita, ketika bangsa ini berhasil meluncurkan pesawat terbang hasil produksi anak bangsa sendiri dengan teknologi mutakhir, yaitu pesawat baling-baling berbasis komputer, N-250 dengan nama Gatotkaca, pada medio Agustus 1994 yang lalu. Kini sudah lebih dari 15 tahun, namun bangsa ini sepertinya idak lagi punya kebanggaan selayaknya yang pernah diperbuatnya dulu. Bahkan perusahaan strategis yang dulu menjadi sibol kegagahan teknologikita kini pun seperti macan ompong saja, tidak lagi bernilai strategis. Ratusan karyawan di-PHK, tenaga ahlinya hijrah ke luae negeri, dan menejemennperusahaannya tidak jelas mau diarahkan kemana.
      
     Beliau terhitung pernah menduduki jabatan-jabatan penting yang ada di indonesia dan Germany. Jabatan-jabatan tersebut ialah :


1. Kepala riset dan pengembangan analisis struktur pada perusahaan Hamburger Flugzeugbau Gmbh, Hamburg, jerman ( 1965-1969)
2. Kepala divisi metode dan teknologi pada pesawat komersil, di hamburg dan munchen (1969-1973)
3. Wakil presiden dan direktur teknologi pada MBB Gmbh, di hamburg dan munchen (1973-1978)
4. Penasehat senior teknologi pada dewan direksi MBB (1978)
5. Menristek sekaligus ketua badan pengkajian dan penerapan teknologi/BPPT (1978-1998)
6. Wakil presiden RI (11 maret 1998-21 mei 1998)
7. Presiden RI (21 mei 1998-20 oktober 1998)


      Selain itu kita juga masih ingat, ketika bangsa ini mempunyai sebuah kebanggaan lantaran mampu menampilkan putra terbaiknya, Prof. Dr. Ing. B.J. H abibie sebagai teknokrat strategis yang mempunyai konsep visioner akan kemajuan bangsa indonesia. Beliau seakan menjadi legenda hidup bagi kebangkitan teknologi, lantaran lahir sebagai putra terbaik dikala kualitas SDM bangsa ini terpuruk diantara bangsa-bangsa lain.


      Namun, adakah bangsa indonesia betul-betul menjadikan B.J. Habibie sebagai legenda hidup di negerinya sendiri? Ketika terjadi peristiwa reformasi 1998 yang membuat Soeharto mengundurkan diri dari kursi kepresidenan dan digantikan oleh B.J Habibie. Dan saat beliau yang menjadi presiden, ternyata tidaklah serta merta bangsa ini memperlakukan beliau selayaknya sebelum menjadi presiden. Beliau malah sering dicaci dan dicitrakan sebagai penerus orde baru.


     Bagaimana mungkin, seorang teknokrat jenius, seorang legenda hidup teknologi bangsa, yang semula dielu-elukan, yang tadinnya dibanggakan oleh seluruh rakyat indonesia, lantaran berbagai kejadian selama waktu yang tidak mencapai dua tahun, membuat beliau hilang dan seakan dilupakan orang. Kepergiannya ke jerman sebagai tanah air keduannya setidaknya menunjukkan bahwa di negeri itu beliau lebih dihargai, diakui sebagai teknokrat yang jenius, ilmuwan visioner yang sekaligus berjiwa kebangsaan dan negarawan. Beliau bahkan pernah hampir menjadi warga negara jerman yang ketika itu ditawari oleh pemerintah jerman.


         Kini zaman telah berubah, dimasa pemerintahan SBY, B.J. Habibie tercatatpernah diminta untuk menjadi utusan khusus presiden RI ke amerika Serikat, dalam rangkaian menjelaskan kondisi terkini negara indonesia kepada masyarakat dan pemerintah amerika. Bagi presiden SBY, B.J Habibie dinilai cakap, cerdas, dan sangat kompeten untuk hal ini. Dan kabar yang paling akhir, B.J Habibie telah lahir kembali di tengah bangsa indonesia, kembali dari pengasingan di jerman untuk kembali berkontribusi atas proses reformasi sekaligus rekonstruksi bangsa ini.
     Sebagai seorang tokoh yang pernah menjadi pemimpin negeri ini, beliau menunjukkan komitmennya untuk tetap menjadi bagian dari solusi atas problematika bangsa. Atas tekad dan kerja kerasnya, beliau berhasil mendirikan beberapa perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan pesawat terbang, seperti PT IPTN, PT PAL dan PT PINDAD.  Sebagai bangsa yang baik, sudah selayaknya kita meniru langkah-langkah yang dilakukan beliau dalam hal memajukan indonesia. Tidak lagi mengeluh dan menyalahkan atas kondisi yang ada. Kita harus berbuat dengan langkah yang nyata, untuk bangsa sendiri, untuk membangun kembali puing-puing yang telah hancur berhamburan. Tanpa mengandalkan bantuan bangsa asing yang hakikatnya adalah mengemis. Tanpa menunggu ratu keadilan. Bravo kebangkitan teknologi indonesia.

0 komentar:

Poskan Komentar